MAKALAH REBUSAN DAUN KELOR UNTUK MENGURANGI KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENYAKIT DIABETES

Tugas Makalah

REBUSAN DAUN KELOR UNTUK MENURUNKAN 
KADAR GLUKOSA DARAH
 ( diabetes Melitus )




OLEH:


Nurfita 
S.0017.P.029




SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KARYA KESEHATAN KENDARI
PRODI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2021



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT,Karena berkat  rahmat-Nya  kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat pada waktunya. Terlantun solawat serta salam buat untuk imam besar  kita semua Nabi Muhammad SAW.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi maupun redaksinya. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat menyusun makalah yang lebih baik di masa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi  bagi kita dalam memajukan ilmu keperawatan.



Kendari, 01 Februari 2021

Nurfita 













DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I 3
PENDAHULUAN 3
A. Latar Belakang 3
B. Rumusan Masalah 4
C. Tujuan 5
BAB II 5
PEMBAHASAN 5
A. Diabetes Melitus 5
B. Kadar Gula Darah 7
1. Definisi 7
2. Faktor-faktor yang menentukan kadar gula darah 7
C. Daun Kelor 7
1. Definisi 7
2. Manfaat dan Kasiat 8
3. Kandungan Daun Kelor 8
D. Langkah-langkah Pembuatan Rebusan Daun Kelor 9
1. Alat dan Bahan 9
2. Cara pembutan : 9
BAB IV 10
PENUTUP 10
A. Kesimpulan 10
B. Saran 11
DAFTAR PUSTAKA 11


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tanaman merupakan beberapa jenis organisme yang dibudidayakan pada suatu ruang atau media untuk dipanen pada masa ketika sudah mencapai tahap pertumbuhan tertentu.Pada kenyataannya, hampir semua tanaman adalah tumbuhan.(http://farmingschool.blogspo t.com. 2012).
Tanaman obat merupakan jenisjenis tanaman yang memiliki fungsi dan berkhasiat sebagai obat dan dipergunakan untuk penyembuhan ataupun mencegah berbagai penyakit.Tanaman obat adalah bahan yang berasal dari tanaman yang masih sederhana, murni, dan belum diolah, bagian tanaman yang dipakai untuk bahan pemula bahan baku obat adalah tanaman yang mempunyai khasiat untuk obat dimana khasiat ini diketahui dari hasil penelitian dan pemakaian oleh masyarakat (Siswanto, W.Y et al., 2004).
Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai khasiat obat yakni tanaman kelor, tanaman kelor ini mempunyai nama lokal yaitu kelor (Jawa, Sunda, Bali, Lampung), kelor (Buru), Marangghi (Madura), moltong (Flores), kelo (Gorontalo), Keloro (Bugis), kawano (Sumba), ongge (Bima), hau fo (Timur), di daerah Jurnal Media Laboran, Volume 8, Nomor 2, mei 2018 51 pedesaan, tanaman kelor sering ditemukan sebagai tanaman pagar hidup dan pembatas tanah. Penanaman kelor yang umum dilakukan adalah dengan carastek batang yang cukup tua.Dcara langsung ditancapkan kedalam tanah. Menurut Aliya dalam (Yusrin., Mukaromah, A.H., et al.,2015).
Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolic dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin,atau kedua-duanya (American Diabetes Associaton, 2010). Peningkatan kadar gula dalam darah merupakan gejala yang umum dari penyakit DM yang tidak terkontrol dan seringkali mengakibatkan kerusakan yang cukup serius pada bagian tubuh, terutama saraf dan pembuluh darah (WHO, 2008).
Penyakit DM sering terjadi pada kaum lanjut usia. Diantara individu yang berusia > 65 tahun, 8,6 % menderita DM tipe II. Angka ini mencakup 15 % populasi pada panti lansia (Steele, 2008). Laporan statistik dari International Diabetik Federation menyebutkan, bahwa sudah ada sekitar 230 juta orang pasien DM. Angka ini terus bertambah hingga 3 % atau sekitar 7 juta orang tiap tahunnya. Dengan demikian, jumlah pasien DM diperkirakan akan mencapai 350 juta orang pada tahun 2025 dan setengah dari angka tersebut berada di Asia, terutama India, Cina, Pakistan, dan Indonesia (Tandra,2007).
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahadalah Bagaimana pengaruh air rebusan daun kelor (Moringa oleifera) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus?. 
Tujuan 
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus.










BAB II
PEMBAHASAN
Diabetes Melitus
Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama penyakit kencing manis. DM adalah penyakit gangguan metabolik yang terjad’i secara kronis atau menahun karena tubuh tidak mempunyai hormon insulin yang cukup akibat gangguan pada sekresi insulin, hormon insulin yang tidak bekerja sebagaimana mestinya atau keduanya (Kemenkes RI, 2014). Mufeed Jalil Ewadh (2014) menyebutkan bahwa DM adalah penyakit gangguan metabolik dengan ciri ditemukan konsentrasi glukosa yang tinggi di dalam darah (hiperglikemia).
World Health Oragnization atau WHO (2016) menyebutkan bahwa Penyakit ini ditandai dengan munculnya gejala khas yaitu poliphagia, polidipsia dan poliuria serta sebagian mengalami kehilangan berat badan. DM merupakan penyakit kronis yang sangat perlu diperhatikan dengan serius. DM yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti kerusakan mata, ginjal pembuluh darah, saraf dan jantung.
Diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronis yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Hal ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronis pada mata, ginjal, dan pembuluh darah.Adanya peningkatan kadar gula darah atau hiperglisemia yang terusmenerus dan bervariasi, terutama setelah makan. 
Diabetes terjadi karena kombinasi dari kecacatan dalam produksi insulin dan resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitivitas terhadap insulin yang melibatkan reseptor insulin di membran sel.Tahap awal abnormalitas yang paling utama adalah berkurangnya sensitivitas terhadap insulin, ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Pada tahap ini hiperglikemia dapat diatasi dengan berbagai cara dan obat anti diabetes sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa.
Diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronis yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Hal ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronis pada mata, ginjal, dan pembuluh darah.Adanya peningkatan kadar gula darah atau hiperglisemia yang terusmenerus dan bervariasi, terutama setelah makan. 
Diabetes terjadi karena kombinasi dari kecacatan dalam produksi insulin dan resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitivitas terhadap insulin yang melibatkan reseptor insulin di membran sel.Tahap awal abnormalitas yang paling utama adalah berkurangnya sensitivitas terhadap insulin, ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Pada tahap ini hiperglikemia dapat diatasi dengan berbagai cara dan obat anti diabetes sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa.
Kadar Gula Darah
Definisi 
Kadar gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Dan pada pasien diabetes melitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan kadar gula darah, selain glukosa, kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya, seperti fruktosa dan galaktosa (Santoso, 2008).

Faktor-faktor yang menentukan kadar gula darah 
keseimbangan glukosa yang masuk dan keluar dari darah. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darah adalah asupan makanan, metabolisme dan aktivitas glukostatik dari hati (Purnamasari, 2009).
Gula darah tinggi adalah jika kadar gula darah pada saat berpuasa sebesar >126 mg/dl dan pada saat tidak berpuasa > 200 mg/dl. Sumber lain mengatakan bahwa kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dl. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dl pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat Jurnal Media Laboran, Volume 8, Nomor 2, mei 2018 54 secara ringan tetapi progresif setelah usia 50 tahun (Sunaryanti, S., 2011).
Daun Kelor
Definisi
Kelor merupakan tanaman yang dapat mentolerir berbagai kondisi lingkungan, sehingga mudah tumbuh meski dalam kondisi ekstrim seperti temperature yang sangat tinggi, kelor hanya dapat hidup didaerah bersalju ringan. Kelor tahan pada musim kering yang panjang dan tumbuh dengan baik didaerah dengan curah hujan tahunan. Meskipun lebih suka tanah kering lempung, kelor tetap dapat hidup ditanah liat (Krisnadi,A.D., 2015)
Manfaat dan Kasiat
Manfaat dan khasiat daun kelor tidak sebatas yang telah diuraikan. Ternyata, terbukti bahwa tanaman kelor bukan sekedar dijadikan sebagai bahan sayur, obat encok, apalagi peluruh kekuatan magis. Di ketahui bahwa tanaman kelor juga mampu menaklukkan diabetes mellitus. Menurut hasil penelitian Jayeshree di Mumbai, India, daun kelor terbukti dapat memberikan efek signifikan untuk mengatasi diabetes mellitus. (Tilong, 2012). Lebih dari itu, ternyata daun kelor juga berkhasiat sebagai obat ampuh untuk menyembuhkan diabetes mellitus, yang telah dibuktikan melalui pengujian medis. Setidaknya, ini merupakan pembuktian bahwa daun kelor memang sangat efektif untuk menyembuhkan dan membantu penyembuhan diabetes mellitus (Tilong, 2012).
Kandungan Daun Kelor
Daun kelor memiliki kandungan yang sangat penting untuk mencegah berbagai macam penyakit. Di samping itu, kelor juga mengandung unsur asam amino (essensial) yang sangat penting. Ini merupakan suatu sumber yang luar biasa dari daun kelor. Kecuali vitamin C, semua kandungan gizi yang terdapat dalam daun kelor segar akan mengalami peningkatan (konsentrasinya) apabila dikonsumsi setelah dikeringkan dan dihaluskan dalam bentuk serbuk (tepung) (Aini, 2015). Kandungan pada daun kelor yang berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah yaitu zat nutrisi berupa, Betakaroten yang terdapat di dalam vitamin A, antioksidan untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan penyakit, vitamin C yang membantu penormalan hormon insulin pada penderita DM, asam askorbat membantu proses sekresi hormon insulin dalam darah pada penderita DM, serta vitamin E, untuk mencegah supaya tidak terkena penyakit diabetes.
Langkah-langkah Pembuatan Rebusan Daun Kelor
Alat dan Bahan
Daun Kelor
Air ( 2 gelas )
Sendok
Wajan
Saringan
Gelas
Cara pembutan :
Daun kelor sebanyak 300 mg, yang dicuci bersih, 
kemudian direbus kedalam 3 gelas air= 450 ml, selama 15 menit hingga air rebusan menjadi 1 gelas = 150 ml, 
kemudian disaring dan tunggu beberapa menit hingga hangat.
Setelah itu rebusan daun kelor tersebut diberikan kepada penderita diabetes mellitus,tunggu hingga rebusan daun kelor bereaksi didalam tubuh pasien selama 5-7 jam.
Pemberian rebusan daun kelor diberikan selama 1x sehari.


















BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronis yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Hal ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronis pada mata, ginjal, dan pembuluh darah.Adanya peningkatan kadar gula darah atau hiperglisemia yang terusmenerus dan bervariasi, terutama setelah makan. 
Kadar gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh.
Kelor merupakan tanaman yang dapat mentolerir berbagai kondisi lingkungan, sehingga mudah tumbuh meski dalam kondisi ekstrim seperti temperature yang sangat tinggi, kelor hanya dapat hidup didaerah bersalju ringan.

Saran 
Diharapkan hasil penelitian ini dapat di manfaatkan sebagai intervensi oleh responden yang mengalami penyakit diabetes melitus untuk dapat menurunkan kadar glukosa darah menggunakan rebusan daun kelor.








DAFTAR PUSTAKA

Nugroho, W. 2008. Keperawatan Lanjut Usia. Jakarta : EGC 
Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba, Medika. 
Potter, Patricia A. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik Edisi 4 Volume 2, Renata Komalasari (penterjemah). Jakarta : EGC 
Riyadi, Sukarmin. 2008. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Eksokrin & Endokrin Pada Pankreas . Yogjakarta : Graha Ilmu. 
Suyono, Slamet. 2009. Hidup Sehat Dan Bahagia Bersama Diabetes Melitus. Jakarta : Gramedia Tilong, Adi D. 2012. Ternyata Kelor Penakluk Diabetes. Jogjakarta : DIVA Press
https://youtu.be/iairV8h_D6Q

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. SPADA TAHAP PERKEMBANGAN AGING FAMILY MEMBER ( Hipertensi)

ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS PADA LANSIA (GERONTIK )

ASUHAN KEPERAWANTAN KELUARGA TN. SDENGAN MASALAH KESEHATANGAGAL GINJAL KRONIK PADA TN.S